Aksi jogging sambil memungut sampah plastik
Lifestyle

Jogging Sambil Memungut Sampah Plastik, Plogging Masih Jadi Trend?

Pernahkah kamu mendengar istilah plogging? Istilah ini sangat populer di benua eropa, loh! Plogging adalah jogging sambil memungut sampah plastik yang ada di sekitar jalur jogging.

Dipopulerkan di Swedia pada tahun 2016, plogging merupakan gabungan dari kata jogging dan ‘plocka upp’ yang berarti ‘mengambil’ dalam Bahasa Swedia. Kegiatan ini berhasil mendapatkan perhatian dunia dan menjadi trend olahraga di berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia.

Plogging pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 2018 oleh komunitas pecinta lari yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya yaitu Maros Runners (Sulawesi Selatan) dan Solo Runners (Jawa Tengah). Kedua komunitas lari tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 1 ton sampah jika hasil plogging keduanya disatukan.

Plogging bukanlah trend jogging sesaat

Aksi jogging sambil memungut sampah plastik
Jogging sambil memungut sampah. (Sumber: waste4change.com)

Di tahun ini pun, kegiatan serupa juga dilakukan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kegiatan itu kemudian disebut dengan Gerakan Patroli Plastik. Gerakan ini merupakan bagian dari acara Zero Waste and Youth Fest 2021.

Gerakan Patroli Plastik juga diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat seperti Karang Taruna, Masyarakat Sadar Wisata (MASTA), dan kelompok-kelompok pelajar. Keikutsertaan organisasi-organisasi tersebut dalam aksi ini menunjukkan bahwa plogging masih memiliki begitu banyak peminat dan bukanlah sebuah trend jogging sesaat.

Mengapa trend plogging tidak hanya menjadi trend sesaat? Tentu karena banyak manfaat yang ditawarkannya. Selain memberikan bermanfaat bagi diri sendiri, kegiatan ini juga akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan orang di sekitar.

Plogging adalah solusi untuk menjaga kebersihan ekosistem bumi sambil olahraga jogging

Menjaga alam dengan jogging sambil memungut sampah
Kepedulian manusia kepada alam. (Sumber: pixabay.com/annacapictures)

Meningkatnya kesadaran manusia untuk menjaga kebersihan bumi dan ekosistemnya juga ikut ambil andil dalam mempertahankan trend plogging ini. Sampah plastik yang dihasilkan oleh manusia tidak hanya mencemari tanah tempat tinggal manusia itu sendiri, tetapi juga mencemari lautan yang merupakan tempat tinggal bagi ribuan spesies makhluk hidup laut.

Sedih rasanya melihat video-video yang menunjukkan bagaimana hewan-hewan di laut menanggung akibat dari perbuatan yang bahkan tidak mereka lakukan. Mereka ikut terkena imbas dari keteledoran kita, manusia, yang kurang memperhatikan kebersihan dan keseimbangan ekosistem di bumi ini. Tidak sedikut pula hewan laut yang meregang nyawa karena mengkonsumsi sampah plastik yang dihasilkan oleh manusia.

Berikut video yang menunjukkan bahwa sampah plastik telah mencemari dan mengganggu kehidupan di laut. 

Masa depan bumi ada di tangan kita

Bumi seperti apa yang ingin kita wariskan kepada keturunan kita nanti adalah cerminan dari apa yang kita lakukan saat ini.

Indahnya sinar matahari pagi, harmonisasi warna oranye saat matahari tenggelam, hingga gemerlap bintang-bintang di langit malam.

Udara dan lingkungan hidup yang bersih tanpa adanya polusi yang dihasilkan oleh keteledoran para manusia pendahulu dalam menjaga lingkungannya.

Keberagaman dan keseimbangan ekosistem yang menjadikan bumi masih menjadi tempat yang sangat layak untuk ditinggali oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pasti kita semua ingin mewariskan bumi yang seperti itu kepada keturunan kita nantinya. Jangan biarkan keindahan yang bisa kita nikmati saat ini tinggal menjadi kenangan dan hanya berakhir menjadi sebuah sejarah di masa depan.

Bumi untuk generasi mendatang. (Sumber: pixabay.com/geralt)

Jadi sudah jelas ya mengapa plogging masih menjadi trend hingga saat ini? Kesadaran manusia akan pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan bumi lah yang menjadi salah satu alasannya.

Apakah harus melakukan plogging untuk ikut serta menjaga kebersihan bumi? Tidak juga. Kita bisa mulai dari diri kita masing-masing. Dimulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga memilah sampah organik dan anorganik untuk meringankan beban para pahlawan lingkungan yang rela bergelut dengan sampah-sampah yang kita hasilkan setiap hari.

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.