Cover hari kesehatan mental sedunia
Catatan Kecil

Hari Kesehatan Mental: Tingkat Kesadaran di Indonesia?

Banyak perubahan telah terjadi seiring dengan perubahan zaman. Tetapi, di tengah keadaan yang dinamis, masih ada beberapa stigma* yang belum bisa pudar di masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah stigma mengenai kesehatan mental. Membicarakan kesehatan mental masih menjadi sesuatu yang tabu bagi sebagian orang. Bahkan ada yang menolak untuk membicarakannya atau menjawab acuh jika diajak membicarakan mengenai isu yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Padahal isu kesehatan mental merupakan salah satu topik menarik yang penting untuk dibahas dan dipahami bersama. Bahkan terdapat tanggal khusus untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, loh! Hari peringatan itu jatuh pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya.

 

Stigma dan Lingkungan yang Kurang Mendukung Hari Kesehatan Mental di Indonesia

stigma yang perlu dihilangkan melalui hari kesehatan mental
Stigma Mengenai Kesehatan Mental (Sumber: Pixabay.com)

Pernahkah kamu melihat bagaimana pandangan masyarakat terhadap mereka yang berobat kepada psikolog atau psikiater? Betul. Masyarakat masih memandang sebelah mata orang-orang yang sedang atau pernah berobat terkait dengan kesehatan mentalnya. Bahkan ada kabar burung yang percaya bahwa jika seseorang memiliki track record pernah berobat kepada psikolog atau psikiater maka orang tersebut akan sulit mendapatkan pekerjaan. Benarkah demikian? Masih perlu pengamatan lebih lanjut untuk dapat memvalidasi kebanaran akan hal tersebut.

Satu hal yang perlu diluruskan, mencari pertolongan medis merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mengobati kesehatan mental. Sama halnya ketika kita mencari pertolongan medis kepada dokter ketika sakit yang dirasakan berkaitan dengan fisik. Mirisnya, berbagai stigma negatif mengenai kesehatan mental di Indonesia lagi-lagi menjadikan hal ini seakan menjadi hal yang tabu untuk dilakukan. Alhasil banyak orang yang merasa ragu dan takut untuk berobat kepada psikolog ataupun psikiater. Hal ini terjadi hanya karena mereka takut akan berbagai pandangan negatif yang akan di dapatkannya dari lingkungan sekitar sebagai after effect dari tindakannya.

Selain adanya stigma negatif dari masyarakat mengenai kesehatan mental. Terbatasnya fasilitas kesehatan mental yang tersedia di Indonesia juga masih sangat perlu diperhatikan. Indonesia hanya memiliki sekitar 48 Rumah Sakit Jiwa. Bahkan dilansir dari Detik Health, sebanyak 8 (delapan) provinsi di Indonesia belum memiliki Rumah Sakit Jiwa di tahun 2013.

Terbatasnya jumlah fasilitas kesehatan mental itu juga ditemani dengan minimnya tenaga kesehatan mental yang ada di Indonesia. Menurut Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), terdapat setidaknya 1.143 Psikolog Klinis yang telah mereka verifikasi per tanggal 5 Mei 2019. Sementara itu, untuk Psikiater jumlahnya hanya sekitar 600-800 Psikiater di seluruh Indonesia. Persebarannya pun masih terpusat di pulau Jawa. Menurut Jiemi, residen psikiatri di RSUD Dr. Moewardi, salah satu faktor yang memengaruhi minimnya tenaga kesehatan mental ini dikarenakan kurangnya minat mahasiswa untuk mengambil spesialisasi bidang tersebut.

 

Kesadaran Kesehatan Mental di Indonesia Menunjukkan Trend yang Positif

Meningkatnya Tingkat Kesadaran Kesehatan Mental di Indonesia (Sumber: Pixabay.com)

Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada, kita patut untuk bersenang hati karena setidaknya terdapat peningkatan jumlah tenaga kesehatan mental jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang hanya memiliki sekitar 451 Psikolog Klinis. Pemerintah juga sudah mulai mendukung kesehatan mental ini dengan memasukkan layanan konsultasi ke psikolog atau psikiater di RS ke dalam layanan yang ditanggung oleh BPJS.

Selain itu, trend positif ini juga ditunjukkan dengan meningkatnya kesadaran individu akan kesehatan mental dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini dapat dilihat dari respons yang ditunjukkan terhadap perasaan stress, cemas berlebih, depresi, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Perasaan-perasaan tersebut sudah diakui dan tidak lagi dianggap sebagai hal yang remeh. Mereka yang sudah sadar akan pentingnya kesehatan mental pasti tidak akan menjadikan perasaan-perasaan tersebut sebagai bahan bercandaan.

Peningkatan akan kesadaran kesehatan mental ini tentu tidak terlepas dari banyaknya lini masyarakat yang sudah mulai membahas mengenai isu kesehatan mental. Mulai dari individu, artis, kelompok organisasi, bahkan sampai pemerintahan dunia pun ikut mempromosikan konten mengenai kesehatan mental.

Semoga seiring dengan berjalannya waktu, kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia dan dunia semakin membaik, tidak ada lagi stigma di dalam masyarakat, mulai adanya normalisasi pembahasan isu kesehatan mental, dan mencari pertolongan kepada psikolog ataupun psikiater tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Selamat memperingati Hari Kesehatan Mental 2021!

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.